Jumat, 04 Oktober 2019

Wakil Rakyat?

Video yang akhir-akhir ini beredar di Instagram mengenai seorang anggota dewan dari dapil Papua Barat yang menangis di sidang MPR membuat hati saya bergetar. Perkataan yang keluar dari mulut Bapak Jimmy (Ya dia-lah bapak Jimmy Demianus yang merupakan penyambung lidah rakyat Papua) bagi saya sangat tulus sekali. Semua kata yang ia keluarkan seakan-akan menggambarkan keadaan di Papua yang sebenarnya. Meskipun saya bukan rakyat Papua dan tidak tahu situasi disana dengan kata-kata dan ratapan matanya saja sudah bisa saya gambarkan dengan jelas apa yang sebenarnya terjadi disana.

Disamping rasa simpati saya, saya juga merasa miris dengan Bapak dan Ibu dewan disana yang hanya cengar-cengir melihat tangisan Bapak Jimmy. Sekeras apakah hati nurani mereka hingga masih bisa tertawa melihat hal seperti itu. Melihat tangisan tulus saja hati mereka tidak tergubris apalagi melihat demo yang dilakukan mahasiswa kemarin.

Negara ini sudah darurat! Wakil rakyatnya keparat, pemerintahnya kaku layaknya paku berkarat, dan rakyat dibiarkan tetap melarat. Apakah ini negara yang dicita-citakan Bung Karno, Bung Hatta, dan para pejuang? Mungkin mereka di akhirat akan menangis melihat negara yang telah mereka perjuangankan dengan darah perjuangan mereka, nasibnya seperti sekarang. Dan mungkin saja Pak Harto akan tersenyum di akhirat melihat generasi yang berhasil meruntuhkan kekuasaannya ternyata tidak lebih baik dari dirinya bahkan lebih buruk dan hanya menjadi badut-badut senayan.

Bila kelak kalian melihat banyak rakyat yang kehilangan rasa bangga dan optimisnya terhadap negara, tolong jangan terkejut.

Bila ini terus berlanjut, entah berapa lama lagi Indonesiaku akan bertahan. Miris! Miris sekali!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar