Diringkas oleh: Akbar Ramadhan
Poin pokok :
1. Pengertian Manajemen SDM
2. Merencanakan kebutuhan SDM
3. Proses mendapatkan SDM
4. Kompensasi
5. Meningkatkan motivasi kerja
-------------------------------------------------------------------
1. PENGERTIAN MSDM
MSDM dapat didefinisikan sebagai suatu proses serta upaya untuk merekrut, mengembangkan,
memotivasi, serta mengevaluasi keseluruhan SDM yang diperlukan perusahaan dalam mencapai
tujuannya.
Kunci pokok MSDM adalah how to find or get the best person, and how to maintain it.
××××××××××××××××××××××××××××××
2. MERENCANAKAN KEBUTUHAN SDM
Perencanaan SDM adalah perencanaan strategis untuk mendapatkan dan memelihara kualifikasi
SDM yang diperlukan bagi organisasi perusahaan untuk mencapai tujuan tertentu.
Untuk memudahkan proses perencanaan, ada beberapa langkah yang diikuti :
a) perencanaan yang dibuat tetap mengacu pada perencanaan strategis organisasi
b) Menentukan tugas yang akan diemban oleh tenaga kerja
c) Menganalisis ketersediaan SDM
d) Melakukan tindakan penyesuaian
e) Evaluasi dan modifikasi tindakan
××××××××××××××××××××××××××××××
3. PROSES MENDAPATKAN SDM
a) Rekrutmen ==》adalah proses menarik orang-orang yang memenuhi persyaratan untuk
mengajukan lamaran atas pekerjaan yang belum terisi.
Rekrutmen terbagi menjadi :
•Rekrutmen internal -> merupakan promosi karyawan yang ada di dalam organisasi. Tujuannya
adalah menumbuhkan semangat pada diri karyawan.
•Rekrutmen eksternal -> yaitu melibatkan usaha menarik orang-orang dari luar organisasi untuk
mengisi lowongan pekerjaan. Metodenya bisa melalui pemasangan iklan, wawancara di kamous,
pameran peluang kerja dsb.
b) Pelatihan untuk penyesuaian ==》meliputi yaitu :
• program pelatihan motivasi
• Program pelatihan menggunakan peralatan baru
• Program untuk meningkatkan efisiensi kegiatan produksi atau pemasaran
• Studi ke dalam maupun ke luar negeri
•orientasi karyawan baru
• program atas dasar pekerjaan ==》pekerja dilatih selayaknya situasi aktual.
• pelatihan secara perkuliahan (instructional) ==》melibatkan trainer dengan memberikan
penjelasan (bisa melalui kuliah atau diskusi) kepada peserta program
• Video teleconferencing
• Video interaktif
c) Penilaian kinerja pegawai
Penilaian kinerja yaitu evaluasi yang dilakukan secara spesifik dan formal untuk menentukan
tingkat keefektifan pelaksanaan pekerjaan seorang karyawan.
Beberapa metode pengukuran kinerja para pekerja dapat dilakukan dengan :
• Metode pengurutan -> mengharuskan manajer personalia mengurutkan pegawai dari yang
terbaik hingga yang terburuk
• Critical Incident Method -> manajer personalia menjabarkan apa yang para pekerja lakukan
atau tidak dilakukan sehingga berakibat pada keberhasilan atau kegagalan.
×××××××××××××××××××××××××××××××
4. KOMPENSASI
a) Kompensasi finansial
• pembayaran langsung ==》yaitu uang yang diterima para pekerja menurut banyaknya waktu
yang dicurahkan untuk bekerja atau banyaknya barang yang dihasilkan.
• Insentif ==》model kompensasi finansial yang diterima oleh para pekerja sebagai tambahan
upah atau gaji karena kinerja yang baik.
• Tunjangan tambahan ==》kompensasi finansial yang tidak dibayarkan secara langsung kepada
para pekerja. Umumnya dapat berupa bantuan dana pensiun, asuransi, dan liburan.
b) Kompensasi nonfinasial
Contohnya :
• Memberikan fasilitas kendaraan dan rumah
• Biaya dokter
• Memberi pinjaman dengan bunga rendah
• Beberapa kompensasi nonfinansial lain (cuti yang dibayar perusahaan, cuti sakit tanpa
dipotong gaji, bebas makan siang di kantor dan mengikuti kursus-kursus tertentu)
×××××××××××××××××××××××××××××××
5. MENINGKATKAN MOTIVASI PEJERJA
Motivasi adalah proses individual internal yang memberi energi, mengarahkan, dan memelihara
perilaku.
Semangat adalah sikap atau perasaan karyawan tentang pekerjaan, atasan, dan perusahaan.
Pandangan Kontemporer tentang Motivasi
a) Teori Keadilan (equity theory) ==》teori motivasi berdasarkan anggapan bahwa orang
termotivasi untuk mendapatkan dan mempertahankan perlakuan yang sama bagi diri mereka
sendiri.
b) Teori Harapan (expectancy theory) ==》 beranggapan bahwa motovasi bergantung pada
seberapa besar kita menginginkannya dan seberapa yakin kita bisa mendapatkannya.
c) Teori Penetapan Tujuan (goal-setting theory) ==》beranggapan bahwa karyawan termotivasi
untuk mencapai tujuan mereka dan manajer mereka tetapkan secara bersama-sama.
-------------------------------------------------------------------
DAFTAR PUSTAKA
Sukirno, Sadono. 2004. Pengantar Bisnis. Jakarta: Prenada Media.
Pride, Hughes, dan Kapoor. 2014. Pengantar Bisnis. Edisi 11. Jakarta: Salemba Empat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar